skin ads
skin ads
Hikmah

Hukum Puasa Senin Kamis setelah Nisfu Syaban, Apakah Haram? Begini Penjelasannya

Kastolani Marzuki · Minggu, 16 Februari 2025 - 08:44 WIB
Hukum Puasa Senin Kamis setelah Nisfu Syaban, Apakah Haram? Begini Penjelasannya
Ilustrasi hukum puasa Senin Kamis setelah Nisfu Syaban. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Hukum puasa Senin Kamis setelah Nisfu Syaban menarik diulas. Sebagaimana diketahui, Bulan Syaban merupakan salah satu bulan dianjurkannya bagi umat Islam memperbanyak amalan ibadah, salah satunya puasa sunnah. 

Namun, ada ketentuan di bulan ini yakni larangan berpuasa setelah Nisfu Syaban. Tapi, larangan itu ada pengecualian. 

Sebagaimana diketahui, Bulan Syaban merupakan salah satu dari empat bulan haram yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan. Bulan Syaban juga merupakan pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan. Karena itu, Muslim dianjurkan memperbanyak amalan Bulan Syaban. 

Lantas, benarkah dilarang menjalankan puasa Senin kamis setelah nisfu syaban? Berikut penjelasan lengkapnya.

Hukum Puasa Senin Kamis Setelah Nisfu Syaban

Dalam sebuah hadits disebutkan bila telah memasuki pertengahan bulan Syaban atau sudah melewati Nisfu Syaban maka tidak diperbolehkan berpuasa. Hadits tersebut diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلا تَصُومُوا

Artinya: "Jika Syaban sudah pertengahan maka janganlah berpuasa" (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa timur, KH Ma'ruf Khozin mengatakan berdasarkan hadits tersebut sebagian ulama menyebut ada pengecualian jika tetap melakukan puasa sunnah seperti Senin Kamis setelah pertengahan Bulan Syaban atau nisfu syaban.

Pendapat pertama, boleh tetap menjalankan puasa sunnah seperti Senin Kamis bagi yang terbiasa melaksanakannya.

Dalam hadis Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلا يَوْمَيْنِ إِلا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

"Janganlah kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa 1 atau 2 hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa sunnah, maka lakukanlah puasanya" (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, setelah nisfu syaban tetap boleh mengerjakan puasa sunnah maupun qadha puasa Ramadhan.

ﻓﺈﻥ ﺻﺎﻣﻪ ﻋﻦ ﻗﻀﺎء ﺃﻭ ﻧﺬﺭ ﺃﻭ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﺃﺟﺰﺃﻩ ... ﻭﻷﻧﻪ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﻀﺎء ﻳﻮﻡ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻗﺪ ﺗﻌﻴﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﻷﻥ ﻭﻗﺖ ﻗﻀﺎﺋﻪ ﻗﺪ ﺿﺎﻕ

Jika berpuasa setelah pertengahan Sya'ban untuk qadha' Ramadhan, puasa Nazar atau kaffarat maka Boleh... Dan bila seseorang punya tanggungan puasa Ramadhan maka wajib baginya untuk qadha' karena waktunya sudah sempit (Al Majmu', 4/399)

Hal ini berdasarkan riwayat:

ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﺗﻘﻮﻝ: «ﻛﺎﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻠﻲ اﻟﺼﻮﻡ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻓﻤﺎ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﺃﻗﻀﻴﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺷﻌﺒﺎﻥ...»

Aisyah berkata bahwa "Saya punya hutang puasa Ramadhan dan saya tidak bisa meng-qadla' kecuali di bulan Sya'ban" (HR Muslim).

Dari hadits di atas tidak dilarang bagi mereka yang terbiasa puasa, misal puasa daud maka diperbolehkan untuk melanjutkan puasa setelah pertengahan bulan syaban. 

Kalau biasa puasa sunnah dianjurkan untuk tetap melanjutkannya atau bagi yang punya utang puasa Ramadan juga diperbolehkan untuk mengqodho atau mengganti puasa wajib itu sebelum datangnya Ramadan.

Demikian penjelasan hukum puasa Senin Kamis setelah Nisfu Syaban bagi umat Islam. Semoga mencerahkan.

Wallahu A'lam.


Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News