LUMAJANG, iNews.id - Bulan Ramadhan selalu menghadirkan momen-momen istimewa, termasuk cara unik untuk menunggu waktu berbuka atau dikenal ngabuburit. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak di lereng Gunung Semeru, Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Mereka memilih aktivitas sederhana namun penuh keceriaan, yaitu membuat perahu mainan dari pelepah pohon pisang dan mengadunya dalam balap perahu di sungai.
"Dari pelepah pisang menjadikan perahu untuk menemani selama ngabuburit sampai magrib untuk buka puasa," ujar Ferdi, salah satu anak yang asyik ngabuburit di lokasi.
Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang terpaku pada gadget, mereka dengan penuh kreativitas memanfaatkan pelepah pisang menjadi mainan tradisional.
Menggunakan peralatan sederhana, mereka merangkai potongan pelepah pisang menjadi perahu layar mainan, masing-masing sesuai dengan imajinasi mereka.
Setelah perahu-perahu tersebut selesai dirakit, mereka berkumpul di sungai terdekat untuk melakukan lomba balap perahu. Tawa riang dan semangat terlihat jelas saat perahu-perahu kecil tersebut berpacu mengikuti aliran air.
"Main balapan perahu dari pelepah pisang," kata anak lainnya, Izam.
Tradisi bermain perahu mainan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara anak-anak Desa Pandansari.
Cara ngabuburit yang sederhana, tradisional dan menginspirasi, yang menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu memerlukan kemewahan.
Dengan semangat Ramadhan, anak-anak lereng Semeru ini mengisi waktu mereka dengan aktivitas yang bermakna dan penuh kebahagiaan.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News