BANDA ACEH, iNews.id – Masjid Raya Baiturrahman, yang berdiri megah di pusat Kota Banda Aceh, dikenal karena keindahan arsitekturnya yang memukau. Masjid ini juga memiliki sejarah panjang sebagai simbol agama, budaya dan perjuangan rakyat Aceh di masa lalu.
Masjid tersebut didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada 1022 Hijriah, atau bertepatan dengan tahun 1612 Masehi.
Selama berabad-abad, Masjid Raya Baiturrahman menjadi pusat perkembangan peradaban Islam di Aceh. Bahkan, saat gempa bumi dahsyat disusul gelombang tsunami pada 2004 yang melanda daerah berjuluk Serambi Mekkah itu, masjid ini tetap berdiri kokoh sebagai simbol harapan.

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Baiturrahman juga memainkan peran penting sebagai pusat pendidikan dan peradaban Islam.
Kompleks masjid ini juga digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar tahfiz Al-Qur’an. Pada bulan suci Ramadhan, masjid ini kerap dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah untuk beribadah, menjadikannya salah satu objek wisata religi utama di Tanah Rencong.
"Masjid ini penuh dengan sejarah dan indah, sangat nyaman kita untuk beribadah di sini. Saya dari Langsa, delapan jam dari Banda Aceh datang ke sini tujuannya bagaimana ingin beribadah di sini," ujar salah satu jamaah, Zulhelmi, Jumat (14/3/2025).
Di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, masjid ini juga menjadi pusat syiar Islam, yang bahkan menarik pelajar dari berbagai wilayah seperti Melayu, Persia, Arab dan Turki. Pada masa penjajahan Belanda, Masjid Raya Baiturrahman turut menjadi benteng pertahanan rakyat Aceh dalam melawan serangan musuh.

Hingga sekarang, masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan. Keindahannya tetap memikat mata, menjadikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai kebanggaan masyarakat Aceh sekaligus warisan sejarah yang terus hidup.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News