Punya Perut Buncit? Waspada Penyakit Sindrom Metabolik hingga Serangan Jantung

Siska Permata Sari ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 12:35 WIB
Punya Perut Buncit? Waspada Penyakit Sindrom Metabolik hingga Serangan Jantung
Perut buncit rentan dengan berbagai macam penyakit. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Mempunyai perut yang buncit karena lemak sering kali dianggap sepele dan tak jarang membuat rasa percaya diri menurun. Di sisi lain, perut buncit tak sekadar mengganggu penampilan fisik, tetapi efeknya bisa kepada kesehatan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018, sebesar 31 persen masyarakat mempunyai kadar lemak perut atau visceral fat yang tinggi. Padahal, timbunan lemak di sekitar organ dalam ini berkaitan dengan berbagai penyakit.

Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood M Aldis Ruslialdi mengatakan, tingginya lemak di perut menyebabkan peningkatan risiko pada penyakit sindrom metabolik.

“Mulai dari diabetes, stroke, serangan jantung, dan sebagainya,” kata Aldis di Webinar NutriClass, Selasa (16/6/2020).

Dia menjelaskan, 71 persen kematian di dunia diakibatkan oleh penyakit sindrom metabolik. Sayangnya, kejadian tersebut juga lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Mengapa? Faktanya, 40,7 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan dengan lemak jahat seperti gorengan itu lebih dari satu kali sehari. Belum lagi, 53,1 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula lebih dari satu kali per hari,” katanya.

Hal tersebut bisa dilihat dari pola makan sehari-hari, serta tren makanan dan minuman manis di Indonesia seperti es kopi susu, es boba, dan masih banyak lagi.

Terkait pola makan ini, yang paling penting adalah membatasi jumlah gula, garam dan lemak (GGL).

Seperti diketahui, jumlah GGL yang direkomendasikan adalah 50 gram gula atau setara dengan lima sampai sembilan sendok teh, lima gram garam atau yang setara dengan satu sendok teh, dan 67 gram lemak atau setara dengan tiga sendok makan minyak.


Editor : Tuty Ocktaviany