Setelah selesai dimasak, bubur kanji rumbi dibagikan kepada ribuan warga yang telah mengantri sejak usai salat Ashar. Warga yang membawa tempat makan dari rumah masing-masing diberikan jatah satu porsi bubur.
Meski harus menunggu hingga lebih dari satu jam, antusiasme warga tetap tinggi untuk mendapatkan sajian khas berbuka ini.
"Rasanya nikmat sekali dan penuh khasiat. Saya sudah rutin datang ke sini setiap Ramadhan," kata Wulan, salah satu warga yang ikut mengantre, Jumat (14/3/2025).
Koki bubur kanji rumbi, Aziz Ibrahim menilai tradisi ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Ketua panitia Kanji Rumbi, Muslim menyampaikan, pembagian bubur ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas Ramadan di Islamic Center. Tradisi ini, dinilai tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ikon Ramadhan di Lhokseumawe.
"Pembagian kanji rumbi ini bersumber dari sedekah masyarakat, semua pihak instansi, Forkopimda. Pembagian kanji rumbi ini kepada masyarakat secara gratis," ucap Muslim.
Dengan keunikan dan manfaatnya, kanji rumbi tidak hanya menjadi sajian berbuka puasa, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News