skin ads
skin ads

Kapan Lebaran 2025? Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah, Lengkap Jadwal Sidang Isbat

Kastolani Marzuki · Jumat, 28 Maret 2025 - 15:57 WIB
Kapan Lebaran 2025? Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah, Lengkap Jadwal Sidang Isbat
Sejumlah perukyat mengamati hilal menggunakan teleskop di bukit Syekh Bela-belu, Kabupaten Bantul, Istimewa Daerah Yogyakarta (DIY). (Foto: Antara)

Berbeda dengan pemerintah, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengumumkan awal Syawal 1446 H melalui sidang isbat yang akan diadakan pada Sabtu, 29 Maret 2025. Kemenag akan menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan.

Dalam perhitungan astronomi, ijtima atau konjungsi diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 17.57.58 WIB. 

Berdasarkan data tersebut, saat matahari terbenam, posisi hilal diperkirakan berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Sayuti menambahkan bahwa tinggi bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah minus 1 derajat 59 menit 4 detik, yang menunjukkan bahwa hilal belum terlihat. 

“Pada saat matahari terbenam Sabtu 29 Maret 2025 Masehi itu di seluruh wilayah Indonesia bulan berada di bawah ufuk," ujar Sayuti dalam konferensi pers pada Rabu (12/2/2025). Oleh karena itu, umur Ramadhan 1446 H akan disempurnakan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri ditetapkan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Menariknya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memprediksi bahwa Idul Fitri 1446 H juga akan jatuh pada tanggal yang sama, yaitu 31 Maret 2025. Hal ini menunjukkan kemungkinan besar bahwa Lebaran tahun ini akan dirayakan secara serentak oleh umat Islam di Indonesia, termasuk warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

 "Jadi kita kemarin puasanya bareng, kemudian juga nanti insya Allah diharapkan lebarannya juga bareng," kata Nasaruddin di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, pada Senin (10/3/2025).

Sidang Isbat

Abu Rokhmad memaparkan setidaknya ada dua dimensi dari proses pelaksanaan Rukyatul Hilal. Pertama, dimensi ta'abbudi. "Rukyat sejalan sunnah Nabi yang sudah dilakukan sejak dulu untuk melakukan rukyat saat akan mengawali atau mengakhiri puasa," ujarnya.

Kedua, dimensi pengetahuan. Rukyat merupakan proses konfirmasi atas data-data hisab dan astronomis. "Sebagaimana awal Ramadan, kita akan gunakan alat yang canggih dalam proses rukyat," ucap dia.

Proses Rukyatul Hilal rencana akan dilakukan di 33 titik. Menurut Abu Rokhmad, ada satu titik rukyatul hilal di setiap provinsi, kecuali Bali.

"Di provinsi Bali dalam suasana Nyepi. Sehingga rukyatul hilal tidak kita gelar di sana. Kita saling menghormati," tandasnya.

Abu Rokhmad menambahkan, proses sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H pada pukul 16.30 WIB sampai menjelang magrib. Kemenag mengundang perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, dan perwakilan Ormas Islam. Diundang juga perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, sidang isbat akan digelar sekitar pukul 18.45 WIB yang berlangsung secara tertutup. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.


Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News