GOWA, iNews.id - Kitab suci Alquran berusia 400 tahun masih tersimpan rapi di Museum Balla Lompoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Alquran ini terbilang unik karena ditulis menggunakan tinta berbahan mangga dan tanah liat.
Ahli sejarah budaya dan keagamaan Istana Balla Lompoa, Andi Jufri Tenri Bali menuturkan, cara penulisan ini menunjukkan keahlian dan kreativitas para ulama masa itu.
"Untuk penulisannya menggunakan tinta. Menurut penuturan para pendahulu kita mengatakan bahwa tinta itu terbuat dari biji mangga kemudian ditumbuk sampai hancur, kemudian diaduk dengan tanah liat yang diberikan air. Berapa lama menyatu barulah diambil disaring dijadikan tinta untuk penulisan Alquran tersebut," tutur Andi Jufri Tenri Bali, Jumat (7/3/2025).
Dia menjelaskan, Alquran ini ditulis pada 1625, merupakan peninggalan Raja Gowa ke-14, I Manga'rangi Daeng Manrabia atau yang lebih dikenal sebagai Sultan Alauddin.
Penulisan kitab suci tersebut, kata dia dipelopori oleh seorang ulama bernama Syekh Abdullah Asufi, yang kemudian menjadi bukti nyata penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan.
Meski usianya sudah 400 tahun, kitab suci ini tetap terawat baik, meski beberapa bagian kertasnya mulai menunjukkan kerusakan akibat perjalanan waktu.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News