skin ads
skin ads
Hikmah

Kisah Singkat Imam Bukhari, Buta Sejak Kecil hingga Hafal Ratusan Ribu Hadits

Kastolani Marzuki · Kamis, 06 Maret 2025 - 15:29 WIB
Kisah Singkat Imam Bukhari, Buta Sejak Kecil hingga Hafal Ratusan Ribu Hadits
Kisah Imam Bukhari menuntut ilmu yang sempat mengalami kebutaan saat kecil hingga hafal 300.000 hadits. (Foto: ist)

Imam Bukhari Diusir

Imam Bukhari pernah dituduh berpaham Al Quran itu makhluk dan dikucilkan masyarakat Naisabur dan Samarkand saat itu hingga jatuh sakit dan wafat..

Mulanya, pada tahun 250 H, Imam Bukhari datang ke Naisabur. Beliau menetap di sana selama beberapa waktu dan terus beraktifitas mengajarkan hadits.

Muhammad bin Yahya adz-Dzuhli -tokoh ulama di kota itu dan juga salah satu guru Imam Bukharimengatakan kepada murid-muridnya, “Pergilah kalian kepada lelaki salih dan berilmu ini, supaya kalian bisa mendengar ilmu darinya.” 

Setelah itu, orang-orang pun berduyun-duyun mendatangi majelis Imam Bukhari untuk mendengar hadits. Ahmad bin ‘Adi menuturkan kisah dari guru-gurunya, bahwa kehadiran Imam Bukhari di kota itu membuat sebagian guru yang ada di masa itu merasa hasad/dengki terhadap beliau.

Satu bulan sejak peristiwa itu, maka orang-orang pun bubar meninggalkan majelis Imam Bukhari kecuali Imam Muslim bin Hajjaj dan Ahmad bin Salamah.

Pada akhirnya, Imam Bukhari pun memutuskan untuk meninggalkan Naisabur demi menjaga keutuhan umat dan menjauhkan diri dari gejolak fitnah.

Imam Bukhari menyerahkan segala urusannya kepada Allah جل جلاله .Allah lah Yang Maha mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya. Sebab beliau tidaklah menyimpan ambisi kedudukan maupun kepemimpinan sama sekali. 

Imam Bukhari berlepas diri dari tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang yang hasad kepadanya.
Suatu saat, Muhammad bin Nashr al-Marwazi menceritakan: Aku mendengar dia -Bukharimengatakan, “Barangsiapa yang mendakwakan aku berpandangan bahwa Al-Qur’an yang aku lafalkan adalah makhluk, sesungguhnya dia adalah pendusta. Sesungguhnya aku tidak berpendapat seperti itu".

Setelah keluar dari Naisabur, Imam Bukhari pergi ke Khartank,  sekitar 2 farsakh atau sekitar 12 km dari Samarkand. Di sana, Imam Bukhari tinggal di rumah saudaranya. Sampai akhirnya beliau jatuh sakit. Sehingga suatu malam, Imam Bukhari berdoa kepada Allah.

"Ya Allah, sesungguhnya telah sempit bagiku dunia yang sebenarnya luas. Maka ambillah nyawaku".
Imam Bukhari wafat pada usia 62 tahun kurang 13 hari pada Jumat malam, bertepatan dengan malam Idul Fitri. Beliau dikebumikan setelah shalat dzuhur pada tahun 256 Hijriah di Desa Khartank yang terletak dekat dengan Samarkand yakni kini dikenal dengan Uzbekistan. 

Karya Imam Bukhari

Imam Bukhari mempunyai karya tulis cukup banyak, antara lain: Al-Jami’ Ash-Shahih. Karya ini disebut dengan nama Al-Jami’ Ash-Shahih Al-Musnad min Hadits Rasulillah saw sunnatihi wa Ayyamihi. 

Kadang disebut Al-Jami' Al-Musnad AlShahih Al-Mukhtashr min Umar Rasulullah wa Sunanih wa Ayyamihi atau biasa disebut "Shahih alBukhari". Yakni kumpulan hadis-hadis shahih yang beliau persiapkan selama 16 tahun.

At-Tarikh Al-Kabir
Karya ini ditulis beliau ketika usianya baru mencapai 18 tahun. Lebih tepatnya ketika dia berada di Masjid Nabawi di Madinah pada saat rembulan bersinar terang.

At-Tarikh Ash Shaghir
Kitab ini dicetak melalui riwayat Abu Muhammad Zanjawiyah bin Muhammad An-Naisaburi. 

Al-Adab Al-Mufrad
Kitab ini berisi akhlak dan adab Rasulullah saw. Kitab ini telah tercetak bersama syarahnya. 

Demikian Kisah Imam Bukhari Menuntut Ilmu yang Sempat Mengalami Kebutaan saat Kecil hingga Hafal 300.000 hadits.

Wallahu A'lam


Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News