skin ads
skin ads
Hikmah

Tafsir Surah Yasin Ayat 65: Ketika Mulut Ditutup, Kaki dan Tangan Bersaksi di Hari Kiamat

Kastolani Marzuki · Kamis, 04 November 2021 - 17:49 WIB
Tafsir Surah Yasin Ayat 65: Ketika Mulut Ditutup, Kaki dan Tangan Bersaksi di Hari Kiamat
Tafsir Surah Yasin ayat 65 menjelaskan tentang kesaksian tangan dan kaki dan dikuncinya mulut pada hari perhitungan di akhirat. (Foto: Freepik)

Maka pada ayat 65 ini, Allah mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat berbohong maupun mendebat adanya perbuatan mereka. 

Apalagi tangan-tangan mereka kemudian berbicara dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka tidak mungkin lagi mengelak atas adanya perbuatan-perbuatan mereka yang melawan agama. 

Pada hari akhirat ini, hukum berlaku dengan seadil-adilnya sesuai dengan segala perbuatan mereka di dunia. Menurut riwayat Anas bin Malik dikatakan:Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Kami sedang berada di sisi Nabi saw, tiba-tiba beliau tertawa. Kata beliau, "Tahukah kamu mengapa saya tertawa? Kami menjawab, "Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu". 

Nabi SAW berkata,"(Saya tertawa) karena adanya pembicaraan antara seorang hamba dengan Tuhannya". Hamba berkata, "Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah menyelamatkan aku dari kezaliman? "Ya benar, kamu telah Aku selamatkan", jawab Tuhannya. 

Hamba berkata, " Sesungguhnya aku tidak akan mengizinkan atas diriku kecuali seorang saksi dari padaku". Tuhannya menjawab, "Cukup, kamu menjadi saksi atas dirimu dan para malaikat pencatat amal juga menjadi saksi". 

Nabi SAW lalu berkata, " Kemudian mulut hamba tadi ditutup, lalu anggota-anggota badan diperintahkan untuk berbicara, "Bicaralah!". Kata Nabi saw lagi, " Maka anggota-anggota badan itu berbicara (sesuai perbuatannya). (Riwayat Imam Abu Ya'la al-Maushuli). 

Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah: Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (an-Nur/24: 24). 

Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan, sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian. 

Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka ia merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka. Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat, mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dan menanggungnya semasa hidup di dunia.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ada hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Abu Daud melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dijelaskan mengenai anggota tubuh yang berbicara sebagai saksi atas perbuatan yang telah dilakukan. Berikut haditsnya:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ؛ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنَ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُختَم عَلَى الْأَفْوَاهِ، فَخذُه مِنَ الرِّجل الْيُسْرَى".

Dari Uqbah ibnu Amir ra, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula ber­bicara di hari semua mulut dibungkam adalah paha kaki kirinya.

Imam Ahmad menilai jayyid sanad hadis ini. Dalam hadits lain disebutkan:

عَنْ عُقْبَةَ بن عامر؛ أنه سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّ أَوَّلَ عَظْمٍ مِنَ الْإِنْسَانِ يَتَكَلَّمُ يَوْمَ يُختَم عَلَى الْأَفْوَاهِ، فَخذه مِنَ الرِّجْلِ الشِّمَالِ".

Dari Uqbah ibnu Amir r.a. bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula berbicara di hari semua mulut dikunci ialah paha kaki kirinya.

Wallahu A'lam


Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News