As-Saffat
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ
121. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهُمَا مِنۡ عِبَادِنَا الۡمُؤۡمِنِيۡنَ
122. Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَاِنَّ اِلۡيَاسَ لَمِنَ الۡمُرۡسَلِيۡنَؕ
123. Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
اِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهٖۤ اَلَا تَتَّقُوۡنَ
124. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اَتَدۡعُوۡنَ بَعۡلًا وَّتَذَرُوۡنَ اَحۡسَنَ الۡخٰلِقِيۡنَۙ
125. Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta.
اللّٰهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ اٰبَآٮِٕكُمُ الۡاَوَّلِيۡنَ
126. (Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
فَكَذَّبُوۡهُ فَاِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُوۡنَۙ
127. Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الۡمُخۡلَصِيۡنَ
128. kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa),
وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى الۡاٰخِرِيۡنَۙ
129. Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلۡ يَاسِيۡنَ
130. ”Selamat sejahtera bagi Ilyas.”