MALANG, iNews.id - Masjid Salman Al Farisi berdiri megah di Jalan Karang Ampel RT 8 RW 2 Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masjid ini punya julukan 'Taj Mahal' Malang karena punya desain yang sekilas menyerupai bangunan ikonik di India tersebut.
Masjid Salman Al Farisi berlokasi di dataran tinggi yang dikelilingi perkebunan jeruk. Kemegahan masjid ini seolah-olah seperti Taj Mahal dalam versi mini.
Tampak dari luar, bangunan bercat putih itu berbentuk persegi dan terdapat tujuh menara. Kemudian adaa tiga kubah kecil dan satu kubah dalam ukuran besar yang menyatu dengan bangunan dasar masjid.
Kubah kecil dan menara itulah yang sekilas tampak depan menyerupai Taj Mahal di India. Desain ini masih terlihat cukup artistik hingga saat ini meski masjid sudah berusia sekitar 10 tahun.
Sementara di area halaman sebelah timur masjid, terhampar pemandangan indah Kota Malang dari kejauhan. Tak hanya itu, perkebunan jeruk dan udara segar khas dataran tinggi membuat masjid ini cukup nyaman digunakan untuk tempat beribadah dan menenangkan pikiran.
Memasuki bangunan utama masjid dari teras utara, timur dan selatan, terdapat beberapa tiang penopang bangunan masjid. Menariknya pada tiang yang dibentuk melengkung di bagian tembok, terdapat rongga-rongga dengan motif menyerupai kelompok bunga yang menarik.
Desain itu juga terdapat di pintu masuk dari halaman masjid menuju ke teras serambi utara, timur dan selatan. Sementara di bangunan utama dalam masjid terdapat tiga tiang pilar utama yang menyokong masjid setinggi kurang lebih 8 meter di area dalam ruangan utama.
Sementara di bagian atas terdapat kubah besar di tengah bangunan utama dalam masjid.
Desain dalam masjid lagi-lagi memadukan corak antara India dan nuansa Eropa klasik. Meskipun dari sisi warna cat sudah mulai pudar, tapi terlihat keunikan desain masjid ini.
Nama masjid ini diambil dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW, Salman Al Farisi yang menjadi pengusul pembuatan parit, pada Perang Khondaq.
Di area dalam aktivitas keagamaan seperti mengaji, salat sunah, hingga sekadar berdiskusi oleh para santri dilakukan. Kebetulan lokasi masjid satu ini berada satu kompleks dengan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamra yang terdapat lembaga pendidikan SMP dan SMA.
Pengurus Takmir Masjid Salman Al Farisi Ustad Deden Ferry mengatakan, bangunan masjid ini dibangun prosesnya sejak 2012 lalu. Saat itu proses awal yakni pembelian tanah - tanah yang merupakan area perkebunan jeruk warga. Saat itu kata dia, ada sejumlah donatur yang akhirnya bersedia membantu proses pendirian masjid.
"Dimulai dari pembelian tanah - tanah dahulu. Kemudian sedikit demi sedikit pembangunan masjid, masjid di tahun 2016 sudah jadi. Alhamdulillah atas izin Allah waktu itu tiba-tiba ada soal beberapa orang donatur yang mereka langsung apa ya bersodakoh," ucap Deden Ferry saat ditemui di masjid, Jumat (7/3/2025).
Selama proses pembangunan menurutnya, ada tim desain khusus dari dewan pembina. Proses pembangunan masjid mulai dari pembebasan lahan, dimulai selama kurang lebih 4 tahun dan itu menjadi kewenangan tim pembangunan.
Editor : Donald Karouw
Follow Berita iNews di Google News