Setelah perahu-perahu tersebut selesai dirakit, mereka berkumpul di sungai terdekat untuk melakukan lomba balap perahu. Tawa riang dan semangat terlihat jelas saat perahu-perahu kecil tersebut berpacu mengikuti aliran air.
"Main balapan perahu dari pelepah pisang," kata anak lainnya, Izam.
Tradisi bermain perahu mainan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara anak-anak Desa Pandansari.
Cara ngabuburit yang sederhana, tradisional dan menginspirasi, yang menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu memerlukan kemewahan.
Dengan semangat Ramadhan, anak-anak lereng Semeru ini mengisi waktu mereka dengan aktivitas yang bermakna dan penuh kebahagiaan.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News