Petugas yang menghidupkan serunei, Teungku Muhammad Zulfatan menjelaskan, untuk waktu berbuka puasa, serunei diputar sebanyak 12 kali. Sedangkan untuk imsak, kata dia total putarannya mencapai 36 kali dengan pola berhenti dan berputar yang disebut, Tun.
"Sekali tun serunei kita putar 12 kali engkol itu untuk pertanda waktunya berbuka. Apabila sudah masuk waktu imsak itu tiga kali tun berarti 12x3 berarti 36 kali engkol," kata Teungku Muhammad Zulfatan.
Viralnya alat ini dimulai dari unggahan akun TikTok YPI Darul Mubtadi Bireuen, yang menarik lebih dari 108.000 penonton dan 3.600 komentar. Banyak warganet yang terkesan dengan keunikan budaya ini.
Salah satunya, akun Yusman berkomentar, "Kami di Aceh saat buka puasa dan sahur menggunakan serunei manual."
Sementara itu, akun Hartono menulis, "Umur saya sudah 43 tahun, baru kali ini saya tahu serunei manual."
Dengan suaranya yang khas dan tradisi yang melekat kuat, serunei tradisional ini tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga simbol budaya yang mempererat kebersamaan masyarakat Aceh selama Ramadhan. Keunikannya memberikan warna tersendiri dalam menyambut bulan suci.
Editor : Kurnia Illahi
Follow Berita iNews di Google News