Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan kandungan ayat tersebut sebagaimana disebutkan di dalam sunnah bahwa disunatkan membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap sesudah mengerjakan salat lima waktu. Sahabat Ibnu Abbas mengatakan, "Kami tidak mengetahui selesainya salat Nabi Saw. melainkan melalui takbirnya."
Kalangan ulama yang mengatakan bahwa membaca takbir disyariatkan dalam Hari Raya Idul Fitri atas dasar firman-Nya:
"Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan-Nya kepada kalian. (Al-Baqarah: 185)
Setelah mengagungkan nama Allah dengan bertakbir, selanjutnya diperintahkan untuk banyak bersyukur.
Firman Allah Swt.:
{وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}
Artinya: Supaya kalian bersyukur. (Al-Baqarah: 185)
Makna dari ayat tersebut yakni apabila kalian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kalian (yakni taat kepada-Nya dan mengerjakan semua yang difardukan-Nya dan meninggalkan semua apa yang diharamkan-Nya serta memelihara batasan-batasan-Nya), barangkali kalian akan menjadi orang-orang yang bersyukur kepada-Nya karena mengerjakan hal tersebut.
Makna Idul Fitri menurut Al Quran juga disebutkan dalam Surat Al A'la ayat 14-15.
{قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى}
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). (Al-A’la: 14)
Yakni menyucikan dirinya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah Swt. kepada Rasul-Nya, semoga salawat dan salam terlimpahkan kepadanya.
Firman Allah Swt.:
{وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى}
Artinya: dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia salat. (Al-A'la: 15)
Maknanya yakni, mendirikan salat tepat pada waktunya masing-masing karena mengharapkan rida Allah dan taat kepada perintah-Nya serta merealisasikan syariat-Nya.
Editor : Kastolani Marzuki
Follow Berita iNews di Google News