skin ads
skin ads
Hikmah

15 Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit Terbaru Lengkap dengan Dalilnya

Kastolani Marzuki ยท Kamis, 20 Februari 2025 - 06:00 WIB
15 Kultum Ramadhan Singkat 5 Menit Terbaru Lengkap dengan Dalilnya
Ilustrasi Kultum Ramadhan singat 5 menit terbaru beragam tema. (Foto: iNews)

Dengan pengalaman langsung, orang yang berpuasa diajak mengalami hal serupa seperti yang banyak dialami oleh orang-orang miskin, yakni lapar dan haus, karena tidak atau kurang makan. Namun, dalam realitasnya apakah demikian, perlu masing-masing kita yang puasa dan kebetulan memiliki kelebihan untuk koreksi diri.

Menarik untuk mencermati fenomena pasar dan ekonomi menjelang dan saat masa puasa berlangsung. Menjelang dan masa puasa Ramadhan biasanya ditandai oleh fenomena naiknya harga-harga barang, akibat semakin meningkatnya permintaan masyarakat. 

Ironis tapi menarik untuk dicermati, media massa menginformasikan bahwa pada bulan Ramadhan ini beredar daging sapi campur daging celeng, daging sapi yang di glonggong dan daging-daging ilegal lainnya serta daging kadaluarsa.

Bagi pelaku ekonomi, permintaan yang meningkat tersebut sebuah kesempatan untuk menarik keuntungan yang besar dan bagi pemerintah dianggap sebagai indikator bahwa daya beli sebagian masyarakat meningkat. Namun, dalam konteks puasa, semua itu patut menjadi renungan dan kritik diri. 

Bagaimana puasa akan menjadi media edukasi sosial, kalau meningkatnya permintaan dan daya beli itu justru semakin menunjukkan kesenjangan sosial?

Maka menjadi ironis bila pada masa puasa ini justru pada satu sisi banyak orang miskin berkeliaran, menampakkan ‘wajahnya’ yang paling kongkrit mengemis untuk menyambung hidup, sementara pada sisi lain banyak yang puasa tapi justru menumpuk dan menambah menu makanan.

Puasa, tapi malah berlebihan dan boros, sehingga wajar kalau pada bulan puasa justru kebutuhan meningkat dan harga barang naik serta banyak beredar daging ilegal. Pada satu sisi, ada sebagian masyarakat yang dapat menambah menu dan menyimpanan makanan di kulkas, tapi pada sisi lain masih banyak bermunculan orang-orang miskin yang tidak dapat dibaca, kecuali sebagai kritik sosial atas kita yang memiliki perilaku menambah menu dan menyimpan makanan.

Puasa sejatinya sebagai media pembelajaran agar kita semakin peduli dengan tidak berlebihan menambah menu atau menyimpan dan menyisihkan makanan itu dalam kulkas. Kalaupun sampai menyimpannya, maka tidak di kulkas, tapi pada perut orang-orang miskin. 

Ayat yang dikutip di atas mengingatkan kita tentang bagaimana pola makan yang benar, bukan saja di bulan puasa tapi juga di luar puasa. Pola tersebut adalah tidak berlebihan. Ayat yang lain misalnya QS. al-Baqarah [2]: 168, menambah dengan yang dikonsumsi adalah halal dan toyyib (sangat baik). 

Pola ini diajarkan, bukan saja agar kita makan dengan baik tapi juga agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit akibat makanan dan mau berbagi makanan. Semoga dalam momentum Ramadhan kali ini kita dapat merenunginya dengan baik (introspeksi diri)!

Kultum Ramadhan #13: Merajut Pakaian Taqwa

Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini;entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasukperhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allahmembahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah“pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: Hunna libaasul lakum waantum libaasun lahunna ). 

Mungkin karena suami dan istri pun“melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian.Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam Al-Qur’an.
Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 danAl-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, jugadari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). 

Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicaratentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”,“saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. 

Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baikburuknya seseorang. 

Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriahyang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek,terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidakbermanfaat apa-apa.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News