Kultum Ramadhan #8: Ramadhan Bulan Jihad
Rasulullah SAW. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembiraakan datangnya Ramadhan, sebagaimana sabdanya, “Telah datangkepada kalian bulan Ramadhan, rajanya bulan, sambut dan hormatilahRamadhan.”Lintasan sejarah Islam berbicara, terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan.
Selama kehidupan Rasulullah saw., dua buahpeperangan terjadi di bulan Ramadhan, yang pertama adalah PerangBadar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah, dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian.
Bahkan, setelah kehidupan Rasulullah SAW, bulan Ramadhan tetapmenjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. Beberapakejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihadterus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin.
Tentunya, Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Pastinya, Allah SWTsajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dantanda-tanda tersebut, yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin.
Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslahmemahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja, Rasulullah SAW, dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi.
Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya didunia, termasuk hidupnya, ini merupakan bukti bahwa dia sungguh-sungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT semata.
Dia tidakmemiliki keinginan lain, selain Allah SWT. Dia tidak menyembah materiapa pun dalam kehidupannya, keinginannya, dan semua semata-mataditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. Inilah tujuan seorang Mujahiddan tidak ada selain itu.Untuk beberapa alasan, banyak muslim tidak mampu melakukankeikhlasan dalam beribadah tersebut.
Mereka masih membutuhkan ataumengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa merekaadalah hamba Allah SWT, mereka masih lebih mementingkan pekerjaan,keluarga, kesehatan, dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatandunia. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebutadalah taqwa, sebagaimana firman Allah SWT.
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasasebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS 2 :183)
Editor : Kastolani Marzuki
Follow Berita iNews di Google News